Menyediakan Materi, Soal & kunci jawaban Mapel Bahasa Jawa untuk Semua

RPP Bahasa Jawa SMA/SMK/MA Teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
04

Satuan Pendidikan      : SMK Karya Nugraha Boyolali
Mata Pelajaran            : Bahasa jawa
Kelas/semester           : XI / 2
Materi Pokok              : Teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa
Pembelajaran ke-       : …..
Alokasi waktu              : 2 x 45 menit






A.   Kompetensi Inti (KI)
KI 1 Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 Memaham, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang  ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.   Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KD 1.4  Menerima, mensyukuri, menghayati, dan mengamalkan anugerah Tuhan berupa bahasa Jawa dalam bentuk teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 2.4  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa melalui teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 3.4  Menelaah teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa
           Indikator
1. Siswa mampu menelaah teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 4.4  Menanggapi isi, menulis, dan menyajikan teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa
Indikator
1. Siswa mampu menanggapi isi, menulis, dan menyajikan teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

C.   Tujuan Pembelajaran
KD 1.1  Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menerima, mensyukuri, menghayati, dan mengamalkan anugerah Tuhan berupa bahasa Jawa dalam bentuk teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 2.1  Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa melalui teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 3.4  Setelah proses pembelajaran, siswa menelaah teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa

KD 4.4  Setelah proses pembelajaran, siswa dapat menanggapi isi, menulis, dan menyajikan teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa  

D.   Materi Pembelajaran
1.    Fakta
Kawruh teks eskposisi tentang seni pertunjukan Jawa
2.    Konsep
a.    Pangertene teks eskposisi babagan seni pertunjukan Jawa
b.    Jenis seni pertunjukan Jawa
3.    Prinsip
a.   Struktur dan kaidah teks eskposisi tentang seni pertunjukan Jawa
b.   Pitutur luhur yang terdapat dalam unsur intrinsic dan ekstrisik teks eskposisi tentang seni pertunjukan Jawa
4.    Prosedur
a.    Cara nulis lan tuladha teks eskposisi tentang seni pertunjukan Jawa
b.    Tuladha seni pertunjukan Jawa

E.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
-          Pendekatan                 : Scientific
-          Model Pembelajaan    : Inquiry, Project Based Learning, Discovery Learning
-          Metode                                    : inkuri, diskusi, praktek, penugasan

F.    Media dan Sumber Belajar
Media                    : Laptop
Alat                                    : Teks Eksposisi, LCD
Sumber Belajar     :
1.    Widaryatmo, Gandung dkk. 2013. Prigel Basa Jawa Jilid 1. Jakarta: Erlangga
2.    Sasangka, Sry Satriya TW. 2011. Paramasastra Gagrag Anyar Basa Jawa. Jakarta: Paramalingua
3.    Darminto, dkk. 2010. Kamus Besar Bausastra Jawa. Jakarta: Kharisma

G.   Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
·         Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
·         Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
·          Apersepsi dan Motivasi.
10
Kegiatan Inti
Mengamati
·  Menyimak video  eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa  dengan cermat
·  mencermati struktur dan kaidah teks  eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa  
Menanya
·  mempertanyakan struktur dan kaidah teks  eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa  
·  membuat pertanyaan yang berhubungan dengan teks  eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa  

60’
Penutup
1.   Siswa mengumpulkan tugas materi yang telah dipelajari
2.   Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan / rangkuman / kesimpulan
3.   Siswa mendengarkan arahan guru tentangrencana pembelajaran guru pada pertemuan yang akan datang

10’

Pertemuan 2
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi waktu
Pendahuluan
·         Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa
·         Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa  dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan (wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa)
·         Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
·         Apersepsi dan motivasi
·      contoh teks wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa yang digunakan sebagai stimulan dengan pertanyaan untuk memasuki kegiatan Inti
10 menit
kegiatan Inti
Mengeksplorasi
·         Siswa mencoba mencari isi pokok dan pilihan kata wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa yang dikajinya dan membahasnya serta bertukar temuan bersama anggota kelompok yang lain.
·         Menguraikan isi pokok wacana dan pilihan kata (diksi)  wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa dari naskah yang dikajinya untuk bahan bahasan dengan kelompok lain
60 menit


Penutup
·         Bersama siswa menyimpulkan .
·         Memberikan tugas mencari contoh karya lain yang tergolong pada wacana eksposisi
·         Melaksanakan tes
20 menit

Pertemuan 3
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi waktu
Pendahuluan
Kegiatan awal
·         Siswa merespon salam dan mengondisikan kelas
·         Tanya jawab tentang wacana eksposisi.
·         Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan (wacana eksposisi tentang seni pertunjukan jawa).
·         Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Apersepsi dan motivasi
10 menit
Kegiatan Inti
Mengasosiasi
·         Siswa mencoba mengestimasi tentang wacana teks eksposisi mengacu pada konsep yang dibahasnya.
·         Menyiapkan deskripsi struktur tembang Pocung berdasarkan estimasi kelompoknya.

60 menit
Penutup
·         Bersama siswa menyimpulkan .
·         Memberikan tugas mencari contoh karya lain yang tergolong pada wacana eksposisi
·         Melaksanakan tes
20 menit

Pertemuan 4
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi waktu
Pendahuluan
Kegiatan Awal
·         Siswa merespon salam dan dilanjutkan dengan pengondisian kelas
·         Tanya jawab tentang karakteristik tembang Pocung lama dan tembang Pocung baru.
·         Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya (karakteristik tembang Pocung lama dan tembang Pocung baru) dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·         Tanya jawab tentang kondisi anak muda (baik amanat yang diangkat dari tembang Pocung lama maupun kehidupan anakn muda terkini) sebagai apersepsi dan bahan motivasi.
20 menit
Kegiatan Inti
Menyajikan
·         Mempresentasikan tembang Pocung gubahannya secara lisan/tulisan dalam kelompoknya.
·         Mewakili kelompoknya mempresentasikan tembang Pocung gubahannya secara lisan/tulisan dalam kelas.

Penutup
·         Umpan balik antarsiswa, antara siswa dengan guru tentang kesimpulan perbedaan tembang Pocung lama dan baru.
·         Mencari karakteristik pada karya tembang Pocung lama dan tembang Pocung gubahan siswa.
·         Menyajikan salah satu tembang Pocung gubahan siswa sebagai wujud interpretasi dan apresiasi.
·         Penilaian performen, lisan, tulisan, kerja kelompok, pengamatan, sikap dilakukan dalam dan selama proses kegiatan inti.
20 menit


Soal tes lisan
1.  Crtiakna seni pertunjukan Jawa kang kok ngreteni ing dhaerahmu?
2.  Apa kang kok ngreteni makna kang kamot ing teks  eksposisi babagan seni pertunjukan Jawa?
3.  Aweha panemu tumrap andharan teks  eksposisi babagan seni pertunjukan Jawa kang dijlentrehake dening kancamu!
No
Nama Siswa
Kinerja Presentasi
Jumlah Skor
Nilai

kelancaran
Kebahasaan
sistematis


1.    1






2






2.    3






3.    4






4.    5






Keterangan pengisian skor
4.  Sangat tinggi
3.  Tinggi            
2.  Cukup tinggi
1.  Kurang

Soal tes tertulis
4.  Gaweya teks  eksposisi babagan seni pertunjukan Jawa!
No
Nama
Keaslian
(1-5)
Diksi
(1-5)
Keruntutan
(1-5)
Isi
(1-5)
1





2





3





4





5





Ket :
1 : tidak baik     : 1 – 4
2 : cukup baik   : 5 – 10
3 : baik             : 11 – 15
4 : sangat baik : 16 – 20

Kunci soal
1.    Kawicaksanan                  4. Kawicaksanan
2.    Kawicaksanan
3.    Kawicaksanan








WACANA EKSPOSISI (NYERITAKAKE PROSES)
Wacana eksposisi yaiku maparake, njlentrehake ( menjelaskan), ngaturake informasi, ngajarake lan nerangake sawijining bab supaya pamaos bisa nampa utawa narima. Wacana eksposisi adate digunakake kanggo mbabarake pengetahuan / ilmu, definisi, pengertian, langkah - langkah sawijining kagiyatan, metode, cara, lan proses dumadine sawijining prastawa utawa bab. tuladhane upamane carane gawe sabuk saka kulit, tas kulit,
Sajroing wacana eksposisi dibeberake anane analisa proses nganggo cara narasi. Narasai kang mengkono mau diarani narasi ekspositoris/ narasi teknis, awit ancas kang tinuju titise katrangan ngenani sawijining prastawa kang dibeberake. carane gawe tahu lan sapanunggalane.

Tuladha wacan eksposisi
Carane Gawe Wayang Kulit
Pagelaran wayang kulit minangka tontonan lan tuntunan. Nganti saiki isih disenengi wong akeh. Siyaran wayang kulit meh saben dina bisa dirungokake ing radhio genti-genten. Luwih-luwih saiki televisi ing saben malem Minggu uga nyiarake wayang kulit, genten-genten karo wayang golek. Iku pancen nuduhake yen wayang isih dadi tontonan kan nemsemake.
Wayang kulit digawe saka walulang utawa kulit kewan. Bisa walulang sapi, kebo, wedhus utawa liyane.  Sadurunge digawe wayang, walulang luwih dhisik kudu dipepe nganti garing ing gawangan. Gawangan iki digawe saka kayu. Gunane kanggo menthang supaya amba lan rata.
Walulang kang wis dipepe garing ing gawangan nuli diresiki wulune nganggo pangot. Pangot iki kanggo ngerok wulu nganti resik babar pisan. Yen wis resik banjur dirempelas supaya sisa-sisaning wulu entek  gusis. Walulang nganti katon bening kaya kaca. Iku ateges walulange wis mateng utawa siap digarap dadi wayang.
Walulang kang wis mateng mau nuli digambari wayang nganggo piranti kang diarani corekan. Gambar ing walulang mau minangka pola kang sabanjure ditatah. Anggone natah ditumpangake ing pandukan. Pandukan iku kayu kandel tur amba kanggo tatakan natah wayang. Ing sandhuwuring walulang diwenehi tindhih sing bobote kira-kira rong kilo.
Gunane kanggo nindhihi walulang supaya ora mlesa-mlese.
Carane ngempakake tatah sarana dithuthuk nganggo gandhen. Tatahe ana warna-warna, yaiku tatah bedhahan, tatah unton-unton, tatah tantrenan, tatah tatasan.
Kang luwih dhisik ditatah yaiku perangan ngarep, mandhuwur tekan ing praen, kang pungkasan yaiku natah perangan mata.
Sawise ditatah kabeh, pakaryan sabanjure yaiku nyungging. Nyungging utawa nggambari nganggo warna kang cocok.
  1. Warna putih digawe saka glepung balung dicampur ancur.
  2. Warna kuning digawe saka watu atal.
  3. Warna biru digawe saka nila werdi.
  4. Warna ireng digawe saka langes utawa kukus lampu.
  5. Warna abang digawe saka gincu abang.
Kanggo campuran, diwenehi landha jangkang lan ancur garing. Sabanjure wayang disungging  luwih dhisik diolesi warna putih minangka dhasar. Lagi kena disungging manut warna kang cocok.
Yen nyungging wis rampung, kareben katon gilap kudu diwenehi prada. Supaya wayange luwih bregas kudu dicawi. Cawi yaiku paes arupa garis-garis alus banget kaya sawut. Lumrahe cawi nganggo warna ireng. Yen perangan sing ora dicawi kudu didrenjemi. Drenjem yaiku corek arupa titik-titik ireng kaya bathik cuwiri, wayange sangsaya katon ngremit.
Pakaryan kang pungkasan yaiku masangi cempurit. Cempurit iku garan wayang supaya  bisa diobahake ana ing pagelaran.

Kapethik saka: Mustika basa Jawa

Isinana ceceg-ceceg iki nganggo tembung kang mathuk kang kapacak ing sandhinge!
a)      Pagelaran ………………. nganti saiki isih disenengi wong akeh.
b)      Siaran wayang kulit  meh saben dina isa ………………. Ing radhio.
c)       Luwih-luwih saiki tv saben malem minggu …………… …… wayang kulit.
d)      …………………… ateges isa dadi paugeran.
e)      Gawangan digawe saka ………………..
f)       Piranti kanggo ngerok wulu nganti resik diarani ………………………
g)      Piranti kanggo nggambar wayang ing walulang diarani ……………………..
h)      Kayu kandel tur amba kanggo tatakan natah wayang diarani ………………..
i)        Paes arupa garis-garis alus banget kaya sawut diarani ………………………….
j)        Warna ireng digawe saka …………………..
k)      Warna abang digawe saka ………………




                1.kayu                                   2.pandukan        3.Wayang kulit                  4.nyiyarake
5.dirungokake                   6.tuntunan         7.pangot                              8.langes
9.corekan                            10.cawi 11.gincu                               12.tontonan      

1.       Wacan iku ringkesen nganggo basamu dhewe!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.       Rembugen karo kanca sabangkumu!
a.       Piranti apa wae kang dienggo gawe wayang?
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
b.      Tatah iku ana warna-warna, aranana siji lan sijine!
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
c.       Aranana warna kan dienggo nyungging!
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
d.      Apa bedane cawi karo drenjem?
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
e.      Saka bahan apa wae sing bisa digunakake kanggo menehi warna wayang?
Wangsulan : …………………………………………………………………………………

3.       Apa karepe tembung-tembug ing ngisor iki?
a)      Nengsemake
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
b)      Piranti
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
c)       Mlesa-mlese
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
d)      Pungkasan
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
e)      Prada
Wangsulan : …………………………………………………………………………………
f)       Paes
Wangsulan : …………………………………………………………………………………

LAMPIRAN

1.    Purwakanthi
Purwa tegese wiwitan, kanthi tegese gandheng. Purwakanthi yaiku runtute swara ing ukara, wanda utawa tembung kang kapisan nggandheng wanda utawa tembung ing saburine.
Tuladha :
Kudu jujur yen kowe kepingin makmur.
Ana dina ana upa, ana awan ana pangan
Ing ukara kasebut ana swara kang runtut saengga kepenak dirungokake yaiku swara “ur”. Ana ing ukara kapindho ana swara kang runtut yaiku swara “a” lan swara “ an”.
Purwakanthi ana werna telu yaiku :
a.    Purwakanthi guru swara: yaiku purwakanthi kang runtut swarane.
Tuladha:
Watake putri kudu gemi, nastiti, lan ngati-ati
Gliyak-gliyak tumindak, alon-alon waton kelakon
Yen gelem obah bakal mamah
b.    Purwakanthi guru sastra : yaiku purwakanthi kang runtut sastrane utawa tulisane.
Tuladha:
Para mudha kudu nduweni watak tata titi tatag tutug lan tanggon.
Dhasare wong jejodhoan yaiku bobot, bibit, bebed.
Sluman slumun slamet.
c.    Purwakanthi lumaksita utawa ana sing ngarani purwakanthi guru basa : yaiku purwakanthi sing tembunge ing ukara sadurunge dibaleni maneh ing ukara candhake. Tembung guru ing kene tegese paugeran utawa pathokan. Purwakanthi guru swara ateges purwakanthi kang nganggo pathokan swara.
Tuladha :
Carang wreksa, wreksa wilis tanpa patra. Nora gampang wong urip neng alam donya.
Witing klapa, klapa mudha saupama. Salugune mung mardi reh raharja.
Begja-begjane kang lali, isih begja kang eling lawan waspada.

2.    Parikan
Parikan yaiku tetembungan utawa unen-unen kang nduweni pathokan utawa paugeran ajeg. Tembunge liya parikan iku rerangkening tembung kang awewaton gunggunging wanda, runtuting swara (vokal), lan nganggo pathokan pambuka sarta tundhone isi dadi bakuning karep (maksud). Ing piwulang basa Indonesia parikan iku diarani pantun.Ciri-cirine :
a.    Cacahe wanda ukara sepisan, kudu padha karo ukara kapindho.
b.    Ukara kang ngarep mung kanggo bebuka, dene ukara sabanjure minangka isi (wose).
c.    Tibaning swara ukara sepisan, kudu padha karo ukara kapindho.
d.    Parikan bisa kedadeyan saka rong gatra, nanging uga bisa patang gatra.
e.    Bisa kedadeyan saka patang wanda saben sagatra lan uga bisa kedadeyan saka wolung wanda saben Sagatra.
Tuladhane :
1.    Parikan kedadeyan saka rong gatra.
      Wajik klethik, gula jawa.
      Kalah dhisik, ora papa.
                  Kutha Kendhal, kali wungu.
                  Ajar kenal, karo aku
      Ngasah arit, nganti landhep.
      Dadi murid, kudu sregep.

2.    Parikan kang kedadeyan saka patang gatra.
Bibi Surip tuku klobot,
Pethuk encik tawa roti.
Uwong urip pancen abot,
Mula becik ngati-ati.

      Jangan kacang jangan kara,
      Kaduk uyah kurang gula.
      Piwelingku mring pra mudha,
      Aja wedi ing rekasa.
3.    Wangsalan
Wangsalan yaiku unen-unen utawa tetembungan sing saemper cangkriman, nanging batangane (wangsulane) wis dikandhakake. Mung anggone ngandhakake ora kanthi melok, jelas utawa cetha, nanging sarana disebutake sawanda utawa luwih.Wangsalan ana kang gampang ditegesi, nanging uga ana kang kudu njlimet anggone nggoleki karep kang saknyatane.
Tuladhane :
      (1). Jenang gula, kowe aja lali
      (2). Njanur gunung, kadingaren kok wis rawuh         
      (3). Jangan gori, nganti judheg anggonku ngrasakake
Pratelan ing ndhuwur bisa diarani wangsalan, amarga nitik saka ukarane wis ana wangsulan tumrap cangkriman kang dikarepake, yaiku (1) jenang gula iku arane glali, mula bisa dadi tembung lali, (2) janur gunung iku arane aren, mula bisa dadi tembung kadingaren, (3) jangan gori iku arane gudheg mula bisa dadi tembung judheg.
4.    Basa rinengga
Basa rinengga yaiku basa kang kalebu susastra rinacik mawa basa kang endah. Endahing karangan kasawung sarana isi kang narik kawigaten lan nyenengake, sarta basa kang edi peni. Edi penining basa warna-warna, lan katon manawa diucapake. Racikaning basa kang edi peni karana rinengga-rengga lan warna-warna rerengganing basa. Kajaba marga endahing basa, karangan katon endah marga becik pangrakite, laras pangrumpakane. Iku katon ing prakara runtut lan mathis panataning tembung lan ukarane. Endahing karangan marga cocog pamilihing tembung.
Upamane, bab anggone migunakake tembung camboran, dasanamaning tembung. Luwih-luwih bab pamilihing tembung lan kridhaning swara ing sajroning ukara. Kadhang kala endahing karangan utawa rumpakan karana mathis pamilihing busananing basa. Upamane, bab pangraciking swara lan pangrakiting tembung. Ing istilah Jawa ana kang ingaran purwakanthi.

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
No
Nama
Kejujuran
Kedisiplinan
Tg.jawab
Santun
1





2





3





4





5





Ket :
Siswa yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bersikap santun : 1
Siswa yang tidak jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bersikap santun : 0
Nilai 4 = Sangat baik, 3= baik, 2 = cukup baik, 0-1 = kurang
Penilaian Hasil
-    Teknik              : Tes Lisan, Produk, dan Kinerja
-    Bentuk              : Penugasan menulis dan membaca teks  eksposisi tentang seni
  pertunjukan Jawa
-    Instrumen         : Tes dan Nontes
Kunci dan Pedoman penskoran



LEMBAR KERJA SISWA

I.      Ing ngsior iki ana wangsulan sing bener, pilihen!
1.    Sanajan jaman wis ora karu-karuwan kaya mangkene iki aja nganti katut marang pambujuk kang bakal nyilakani. Amarga yen wis ana ing madyaning cecongkrahan wong eling kang bakal bisa ngendhaleni dhiri. Pratelan kasebut padha karo ….
a.    Watake putri kudu gemi, nastiti, lan ngati-ati
b.    Gliyak-gliyak tumindak, alon-alon waton kelakon
c.    Yen gelem obah bakal mamah
d.    Begja-begjane kang lali, isih begja kang eling lawan waspada.
e.    Sluman slumun slamet.
2.    Saiki ing ngendi papan iku bakuni ora kena bebendu lan pepalang, Mula tansah eling mring Gusti. Saben aku arep lunga menyang ngendi-endi supaya ora ana alangan apa-apa aku ngucap ….
a.    Watake putri kudu gemi, nastiti, lan ngati-ati
b.    Gliyak-gliyak tumindak, alon-alon waton kelakon
c.    Yen gelem obah bakal mamah
d.    Begja-begjane kang lali, isih begja kang eling lawan waspada.
e.    Sluman slumun slamet.
3.    Tetembungan utawa unen-unen kang nduweni pathokan utawa paugeran ajeg, diarani ……
a.    Paribasan                    d. parikan
b.    Unen-unen                  e. wangsalan
c.    Cangkriman
4.    Ing ngisor iki titikane parikan, kajaba……
a.    cacahe wanda ukara sepisan, kudu padha karo ukara kapindho.
b.    ukara kang ngarep mung kanggo bebuka, dene ukara sabanjure minangka isi (wose).
c.    cacahe larik bebas.
d.    parikan bisa kedadeyan saka rong gatra, nanging uga bisa patang gatra.
e.    bisa kedadeyan saka patang wanda saben sagatra lan uga bisa kedadeyan saka wolung wanda saben sagatra
5.    Parikan iki tutugna! Nyangking ember kiwa tengen, ……
a.    dadi murid kudu pinter
b.    lungguh jejer nggo tamba kangen
c.    luwih becik sing prasaja
d.    wong urip aja neka-neka
e.    mumpung enom sregep makarya

II.    Essay
1.    Jlentrehna apa kang diarani wacana eksposisi iku!
2.    Gaweya saparagraf eksposisi?



Boyolali,      2014
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran

Sarbiyanto, S.Pd                                                         Bisri Nuryadi, S.Pd











Share :

Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "RPP Bahasa Jawa SMA/SMK/MA Teks eksposisi tentang seni pertunjukan Jawa"

Back To Top